Desainer interior sering menghadapi kendala umum ketika pemilik rumah memilih ubin: pola tertentu, tidak peduli seberapa bergaya jika diisolasi, dapat membebani ruangan dan mengurangi estetika keseluruhannya. Berikut rincian lima pilihan yang paling bermasalah, menurut pakar industri.

Mosaik Skala Kecil dan Kontras Tinggi: Gangguan Visual

Ubin mosaik kecil dan kontras tinggi sering menjadi penyebab. Desainer seperti Peter Miles dari The Drawing Board menjelaskan bahwa ubin ini “menarik perhatian ke banyak arah”, menekankan garis nat alih-alih titik fokus ruangan. Dampaknya adalah tampilan sibuk dan gelisah sehingga dapat mengganggu aliran visual. Selain estetika, pola-pola ini juga lebih sulit dijaga kebersihannya.

Penny Tiles Everywhere: Kamar Mandi Luar Biasa

Ubin penny format kecil populer di ruang rias, terutama yang memiliki dekorasi vintage. Namun, Molly Torres Portnof dari DATE Interiors memperingatkan agar tidak menggunakannya di dinding dan lantai. Kepadatan visual yang dihasilkan menciptakan efek yang luar biasa. Solusinya? Gabungkan ubin sen dengan permukaan format lebih besar untuk keseimbangan.

Ubin Berurat Dramatis: Kekacauan di Ruang Kecil

Ubin yang berurat tebal bisa terlihat mencolok, namun membutuhkan penempatan yang hati-hati. Tracy Morris, pendiri Tracy Morris Design, menunjukkan bahwa ubin ini menjadi kacau di ruangan kecil atau sudah sibuk. Jika suatu ruangan sudah menampilkan warna atau pola yang berani, ubin berurat tebal akan menambah kekacauan. Ini paling cocok digunakan di dapur besar dengan elemen desain minimal yang bersaing.

Mencampur Terlalu Banyak Jenis Ubin: Kurangnya Kohesi

Tahan keinginan untuk menggabungkan terlalu banyak jenis ubin berbeda dalam satu ruangan. Menurut Winn, hal ini menyebabkan tampilan yang terputus-putus dan berantakan. Ini adalah kesalahan umum di ruangan kecil seperti bar atau dapur di mana backsplash bersaing dengan lantai dan meja dapur. Kuncinya adalah menahan diri: pilih satu ubin utama dan gunakan lapisan pelengkap untuk kohesi.

Pentingnya Desain yang Disengaja

“Menciptakan tampilan yang halus berarti memberikan tempat pada mata untuk beristirahat, tidak membebaninya dengan terlalu banyak pola yang bersaing.” – Menang

Terlalu sering menggunakan ubin yang sibuk adalah tanda desain tidak fokus. Pemilihan ubin yang bijaksana adalah tentang keseimbangan: menggunakan pola secara strategis untuk meningkatkan, bukan mengurangi, keseluruhan ruang. Fokus pada kesederhanaan dan kohesi.

Memilih ubin membutuhkan lebih dari sekedar memilih gaya; hal ini menuntut pemahaman tentang skala, kontras, dan elemen desain yang ada. Mengikuti panduan ini akan membantu menghindari kesalahan umum dan memastikan interior lebih harmonis dan menarik secara visual.